Jenderal Uganda Tuntut Kompensasi 1 Miliar Dolar dan Wanita Tercantik dari Negara Turki, Picu Ketegangan

Table of Contents

Foto Ilustrasi Baigroun Belakang 

Ankara
| Partai berkuasa di Türkiye menolak serangkaian unggahan media sosial provokatif yang dibuat oleh komandan militer tertinggi Uganda. Dalam unggahan tersebut, ia menuntut kompensasi sebesar 1 miliar dolar AS serta seorang mempelai wanita asal Turki dari Ankara, sembari mengancam akan memutuskan hubungan diplomatik sepenuhnya. Pemerintah Türkiye menyebut pernyataan itu tidak berdasar dan menuntut klarifikasi publik.


Juru bicara Partai AK, Ömer Çelik, menanggapi langsung pernyataan Kepala Angkatan Pertahanan Uganda, Muhoozi Kainerugaba.

“Turki tidak memiliki masalah dengan Uganda,” ujar Çelik. “Kami mengetahui bahwa orang ini sebelumnya juga membuat pernyataan yang sama sekali tidak berdasar tentang negara lain. Pernyataan tersebut salah dan harus dikoreksi. Kami berharap ia akan lebih berhati-hati dalam berbicara ke depannya.”


Kainerugaba, yang juga merupakan putra Presiden Yoweri Museveni, menghapus unggahan tersebut pada 12 April. Sebelumnya, sejak 11 April, ia memposting serangkaian tuntutan di platform X. Ia mengancam akan mengakhiri seluruh hubungan diplomatik dengan Türkiye dalam waktu 30 hari, serta melarang Turkish Airlines melintasi wilayah udara Uganda.


Dalam pernyataannya, Kainerugaba menyebut bahwa Uganda berhak menerima 1 miliar dolar AS sebagai “dividen keamanan” atas kontribusi militernya di Somalia. Sejak 2007, pasukan Uganda terlibat dalam misi Uni Afrika untuk memerangi kelompok militan Al-Shabaab.


Ia berargumen bahwa Türkiye memperoleh keuntungan ekonomi dari pembangunan infrastruktur dan aktivitas komersial di Mogadishu, sementara Uganda menanggung korban jiwa selama bertahun-tahun operasi militer. Dalam unggahan terpisah yang kemudian menuai ejekan luas, ia bahkan menambahkan tuntutan pribadi dengan meminta Ankara mengirimkan “wanita tercantik di negara itu” untuk dijadikan istrinya.


Türkiye sendiri telah memperluas pengaruh diplomatik dan ekonominya di Afrika sub-Sahara, termasuk melalui pembukaan kedutaan besar, investasi infrastruktur, dan perluasan rute penerbangan. Di Somalia, Türkiye mengoperasikan pangkalan pelatihan militer di luar Mogadishu sejak 2017 dan terlibat dalam berbagai proyek rekonstruksi.


Kainerugaba berpendapat bahwa aktivitas ekonomi Türkiye di kawasan tersebut berkembang setelah Uganda dan negara-negara lain dalam misi Uni Afrika berhasil menstabilkan wilayah melalui operasi panjang melawan Al-Shabaab.


Insiden ini bukan yang pertama bagi Kainerugaba. Pada 2022, ia sempat memicu ketegangan dengan Kenya setelah mengklaim bahwa pasukan Uganda dapat merebut Nairobi dalam waktu kurang dari dua minggu. Pernyataan itu memaksa pemerintah Uganda untuk menyampaikan permintaan maaf resmi.


Di tahun yang sama, ia juga menjadi sorotan setelah menawarkan 100 ekor sapi Ankole sebagai mas kawin kepada Perdana Menteri Italia, Giorgia Meloni, bahkan mengancam akan “merebut Roma” jika tawaran tersebut ditolak.


Presiden Museveni kala itu harus turun tangan, meminta maaf kepada Kenya, serta menangguhkan sementara putranya dari tugas militer. Kainerugaba juga pernah menyatakan kesiapan untuk mengerahkan 100.000 tentara Uganda guna melindungi apa yang ia sebut sebagai “Tanah Suci” dalam konteks konflik Israel–Gaza.


Sumber: Türkiye Today