IDI RAYEUK – Pasca musibah banjir yang melanda, warga Kabupaten Aceh Timur kembali mengeluhkan maraknya penggunaan knalpot bising atau "brong" di jalan lintas Nasional Medan - Banda Aceh Idi Rayeuk. Suara memekakkan telinga tersebut dinilai sangat mengganggu kenyamanan, terutama saat memasuki waktu istirahat malam hingga dini hari.
Keresahan ini salah satunya disampaikan, warga Gampong Seuneubok Rambong, kecamatan Idi Rayeuk. Menurutnya, aksi oknum para remaja yang menggunakan knalpot tidak standar ini terkesan sengaja dilakukan untuk menarik perhatian.
"Saat di keramaian, mereka sering sengaja tancap gas dengan sangat kencang. Ini sangat mengganggu, apalagi bagi kami yang memiliki anak kecil dan tinggal tepat di pinggir jalan raya," ujar warga tersebut yang tidak mau dicantumkan namanya kepada media ini, Minggu (15/02/2026).
Senada dengan nya, Sofyan, seorang warga Peureulak Barat, juga menyatakan keprihatinannya. Ia menyebutkan bahwa kebisingan ini merusak ketenangan warga, terlebih masyarakat Aceh Timur kini tengah bersiap menyambut bulan suci Ramadan.
"Suara knalpot brong ini sangat mengusik kenyamanan. Kita berharap suasana menjelang Ramadan bisa lebih tenang dan kondusif tanpa gangguan kebisingan di jalan raya," tegas Sofyan.
Masyarakat mendesak pihak berwajib Aceh Timur untuk turun tangan melakukan penertiban secara tegas.(Red)



