/> 991 Nasabah UMKM BSI di Idi Rayeuk Dapatkan Penundaan Pembayaran Akibat Bencana Banjir

Jelajahi

Kategori
Best Viral Premium Blogger TemplatesPremium By Raushan Design With Shroff Templates

Iklan

 


991 Nasabah UMKM BSI di Idi Rayeuk Dapatkan Penundaan Pembayaran Akibat Bencana Banjir

Muksalmina
Tuesday, 13 January 2026
Last Updated 2026-01-13T13:35:22Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates


ACEH TIMUR
– PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) memastikan nasabah pembiayaan yang terdampak bencana banjir dan tanah longsor di Aceh akan mendapatkan fasilitas restrukturisasi pembiayaan. Langkah ini diambil sebagai bentuk dukungan nyata BSI terhadap pemulihan ekonomi masyarakat pascabencana.


Kepala KCP BSI Idi Rayeuk, Fakhrul Razi, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan pendataan terhadap nasabah pelaku UMKM di wilayahnya. Tercatat sebanyak 1.139 nasabah segmen mikro dikelola oleh BSI KCP Idi Rayeuk Seuneubok Rambong.


"Dari total tersebut, sebanyak 991 nasabah mendapatkan penundaan pembayaran, sementara sisanya memilih untuk tetap melanjutkan pembayaran secara normal," ujar Fakhrul saat ditemui awak media di ruang kerjanya, Selasa (13/1/2026).


Fakhrul menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, khususnya di wilayah Idi Rayeuk. "BSI berkomitmen selalu hadir mendampingi nasabah, terutama di masa-masa sulit seperti saat ini," pungkasnya.


Regional CEO (RCEO) BSI Aceh, Imsak Ramadhan, menambahkan bahwa BSI tengah melakukan asesmen mendalam untuk menentukan skema restrukturisasi yang tepat bagi setiap nasabah. Kebijakan ini merujuk pada ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengenai perlakuan khusus bagi wilayah yang ditetapkan sebagai daerah bencana.


Imsak mengimbau nasabah agar tidak khawatir karena tim BSI akan bersikap proaktif. "Kami akan mendatangi langsung nasabah yang terdampak. Ini adalah wujud komitmen kami dalam memberikan perlindungan dan keringanan di tengah kondisi force majeure," jelas Imsak.


Ia juga menyampaikan rasa simpati yang mendalam atas musibah banjir dan longsor yang melanda wilayah Sumatra, khususnya Provinsi Aceh.


Senada dengan itu, Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo menyatakan bahwa program ini bertujuan meringankan beban nasabah agar mereka dapat segera bangkit dan melanjutkan usahanya.


"Program restrukturisasi ini diharapkan memberi ruang bagi nasabah untuk fokus pada pemulihan, namun tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian (prudential banking) dan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance)," kata Anggoro.


Restrukturisasi ini dilakukan secara selektif pada segmen, UMKM, Ritel dan Konsumer. Penentuan skema akan mempertimbangkan profil risiko, prospek usaha, serta kemampuan bayar nasabah. Dalam pelaksanaannya, BSI terus berkoordinasi dengan OJK, pemerintah daerah, serta lembaga penanggulangan bencana guna memastikan kebijakan ini berjalan efektif dan tepat sasaran.(Red)

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl