Islamabad | Iran dan Amerika Serikat telah memulai putaran pertama negosiasi di ibu kota Pakistan, Islamabad, yang bertujuan untuk mengakhiri secara permanen perang agresi AS-Israel terhadap Republik Islam Iran.
Diskusi dimulai pada tingkat politik, tetapi para ahli teknis dari delegasi Iran juga ikut serta dalam pembicaraan tersebut kemudian. Tim teknis terdiri dari para ahli ekonomi, militer, hukum, dan nuklir.
Delegasi Iran mengatakan kepada wartawan bahwa mereka memasuki perundingan dengan serius untuk mengamankan hak-hak bangsa Iran dan Republik Islam. Mereka akan meninggalkan meja perundingan jika hak-hak tersebut tidak dijamin, demikian dilaporkan kantor berita IRIB, mengutip anggota delegasi.
Kantor berita resmi Iran, IRNA, mengatakan bahwa negosiasi dimulai pada Sabtu 11/04/2026 sore dengan mediasi Pakistan setelah upaya diplomatik intensif agar pihak AS menerima prasyarat Iran untuk memulai pembicaraan.
Disebutkan bahwa pihak AS pada umumnya telah menerima dua syarat tersebut, yaitu untuk menghentikan serangan Israel yang terus berlanjut terhadap Lebanon dan untuk melepaskan dana Iran yang diblokir.
Namun, laporan tersebut menyatakan bahwa Israel telah menghentikan serangan terhadap ibu kota Lebanon, Beirut, dan membatasi serangannya ke wilayah-wilayah di Lebanon selatan, yang menurut laporan itu merupakan langkah maju mengingat ketentuan gencatan senjata yang diumumkan pekan lalu antara Iran dan AS.
Disebutkan bahwa diperlukan pembicaraan ahli dan teknis mengenai masalah pencairan dana, yang mendorong pihak Iran untuk memulai pembicaraan dengan delegasi AS.
Namun, IRNA mengatakan bahwa delegasi Iran belum sepenuhnya puas dengan kondisi gencatan senjata di Lebanon dan secara serius mendesak masalah ini melalui mediator Pakistan.
Delegasi tingkat tinggi dari Iran yang dipimpin oleh Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf tiba di Islamabad pada hari Jumat untuk berpartisipasi dalam negosiasi dengan delegasi AS yang dipimpin oleh Wakil Presiden JD Vance.
Pembicaraan ini berlangsung beberapa hari setelah Iran mengatakan telah menyetujui gencatan senjata yang dimediasi Pakistan yang dapat membuka jalan bagi pengakhiran permanen agresi AS-Israel terhadap negara itu yang dimulai pada akhir Februari.
Iran menerima gencatan senjata setelah otoritas AS mengindikasikan bahwa mereka siap bernegosiasi berdasarkan kerangka kerja 10 poin yang dirumuskan oleh Iran, yang mencakup syarat-syarat utama seperti penghentian permanen serangan AS-Israel terhadap Iran dan sekutunya di kawasan tersebut, pencabutan sanksi terhadap Iran, dan kompensasi atas perang agresi yang dikenakan pada negara tersebut.(*)


